Tinggalkan Gedung Putih, Kian Kaya

WASHINGTON – Kandidat presiden AS dari Demokrat blak-blakan soal kekayaan mereka. Setelah Barack Obama pekan lalu mengumumkan penghasilan dan pengembalian pajaknya, Hillary Rodham Clinton kemarin juga membeberkan penghasilan dia dan suaminya. Ternyata, sejak meninggalkan Gedung Putih 8 tahun lalu, pundi-pundi keluarga mantan presiden Amerika itu kian menggelembung.

Kekayaan pasangan tersebut kini nyaris menembus Rp 1 triliun, tepatnya bertambah USD 109 juta (Rp 999,4 miliar). Sejak tidak lagi menjadi presiden, Bill Clinton sering diundang ke berbagai penjuru dunia untuk berpidato. Dia juga berbisnis investasi spekulasi.

Dilaporkan, pendapatan keduanya USD 20,4 juta (Rp 187 miliar) pada tahun lalu. Sebagian besar dari hasil Bill Clinton bercuap-cuap. Angka itu jauh melesat daripada semasa mereka masih di Gedung Putih. Pada 1999, penghasilan kotor mereka “hanya” USD 416 ribu (Rp 3,8 miliar).

“Saya bukan apa-apa daripada orang-orang kaya,” ujar Hillary saat konvensi partai Demokrat North Dakota di Grand Forks Jumat malam (kemarin WIB).

“Sebenarnya, suami saya -sangat mengejutkan bagi saya dan dia- justru memiliki banyak uang sejak dia tidak lagi di Gedung Putih. Dia mendapatkannya dengan melakukan apa yang dia cintai, berbicara kepada orang,” paparnya.

Dengan kekayaan tersebut, Hillary bisa mendapat modal USD 5 juta (sekitar Rp 45,8 miliar) untuk kampanye pencalonan presiden awal tahun ini.

Sumber keuangan lain Clinton berkaitan dengan posisinya sebagai penasihat perusahaan data InfoUSA milik Vinod Gupta. Dari perusahaan itu, Clinton menerima pembayaran USD 400 ribu pada 2006-2007.

Menurut catatan, hasil pidatonya mencapai USD 51,85 juta. Pendapatannya dari dua buku -My Life dan Giving- total USD 29,6 juta (sekitar Rp 271,4 miliar), termasuk USD 15 juta (sekitar Rp 137,5 miliar) untuk bedah buku My Life.

Detail mengenai bayaran menjadi pembicara juga disebutkan Hillary. Pada 2006 dan 2007, dia mendapatkan bayaran antara USD 100 ribu (sekitar Rp 916,8 juta) hingga USD 450 ribu (sekitar Rp 4,1 miliar) dari berbagai perusahaan. Di antaranya, IBM, General Motors, Cisco Systems, lembaga keuangan Goldman Sachs dan Lehman Brothers, serta kelompok perdagangan Asosiasi Perdagangan Perantara Nasional. Juga, Asosiasi Bankir Perumahan.

Dia pun dibayar perusahaan nonprofit, antara lain, Yayasan TJ Martell, Yayasan Anak-Anak Nelson Mandela, serta Boys and Girls Club Los Angeles.

Hillary juga mendapatkan royalti dari penjualan bukunya, Living History, sebesar USD 10,5 juta ( sekitar Rp 96,2 miliar). Dia pun mengeruk keuntungan dari buku lainnya, It Takes a Village. (AP/AFP/BBC/erm/ami)jawapos

http://sahabat88.wordpress.com/

http://sahabat88.wordpress.com/category/berita/

http://sahabat88.wordpress.com/2008/04/06/tinggalkan-gedung-putih-kian-kaya/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: